Posts Tagged ‘pengertian kemitraan’

Pengertian kemitraan secara konseptual adalah adanya kerjasama antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar disertai oleh pembinaan dan pengembangan berkelanjutan oleh usaha menengah atau besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, memperkuat dan menguntungkan (Soemardjo, 2004).
Menurut Martodireso dan Widada(2002), saling memerlukan berarti bahwa pengusaha memerlukan pasokan bahan baku dan pemasaran sarana produksi peternakan memerlukan adanya bimbingan dan penampungan hasil. Saling memperkuat berarti peternak dan pengusaha sama-sama melaksanakan etika bisnis, sama-sama mempunyai hak dan kewajiban masing-masing dan saling membutuhkan sehingga memperkuat kesinambungan dalam bermitra. Saling menguntungkan berarti peternak ataupun pengusaha memperoleh peningkatan pendapatan disamping adanya kesinambungan dalam usaha.
Maksud dan tujuan pola kemitraan (Kusnaedi,1984) adalah sebagai berikut :
1. mengatur kerjasama yang seimbang dan saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil atau peternak.
2. Memberikan iklim usaha yang lebih baik pada peternakan kecil.
3. Mendorong terciptanya pemerataan berusaha dan peningkatan pendapatan semua pihak.

Pola kemitraan pada dasarnya merupakan suatu pola kerjasama antara pengusaha atau pemilik modal sebagai inti dengan peternak sebagai plasma dalam upaya pengelolaan usaha peternakan. Pola kemitraan merupakan salah satu bentuk pengembangan wilayah melalui pembangunan ekonomi lokal yang berbasis ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya lebih ditekankan pada pembangunan yang berpihak pada rakyat (Marindo, 2008).

Dasar hukum penyelenggaraan kemitraan usaha adalah Undang-undang No. 9 Tahun 1995 tentang usaha kecil yang merupakan upaya untuk menumbuhkan iklim usaha yang dapat mendorong usaha menengah atau besar melakukan kemitraan, sebagai stimulan tanpa adanya unsur paksaan sehingga alih teknologi, manajemen dan kesempatan berusaha bagi usaha kecil dapat terlaksana secara wajar. Didukung pula Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1997 tentang kerjasama antara usaha kecil dengan usaha menengah atau besar yang disertai pembinaan dan pengembangan berkelanjutan dengan memperhatikan prinsip-prinsip saling memerlukan, memperkuat, dan menguntungkan.