Penanganan Pullet Umur 16 Minggu s/d 24 Minggu
Oleh : Bp. Ir Agus Suyanto
A. MENANGANI PULLET YANG BARU DATANG
1. Hindari stress berlebihan
  • Segera bongkar SEMUA keranjang pullet dari truk dan tempatkan pada tempat yang teduh.
  • Masukkan pullet ke kandang baterai dan jangan ditimbang dulu.
 2. Memberi Minum Pullet
  • Pullet diberi minum secukupnya.
  • Bila perlu tambahkan larutan gula merah (sorbitol) dan vitamin C. Untuk 1.000 ekor pullet, siapkan 150 liter air minum dicampur dengan gula merah 2 kg dan vitamin C 20 gram.
  • Jika air minum sudah habis, berikan antibiotik berspektrum luas.
  • Namun bila air minum tidak habis, pemberian antibiotik dilakukan mulai esok harinya.
 3. Memberi Pakan Pullet
  • Pakan yang diberikan berupa pakan starter ayam layer,  sebagai berikut :
4. Menimbang Berat Badan
  • Berat badan pullet sebaiknya ditimbang 1 hari setelah pullet datang.
  • Tujuannya untuk mendapatkan data berat badan sebenarnya.
  • Penyusutan berat badan karena transportasi bervariasi antara 5-10 %.
5. Menyalakan Lampu
  • Lampu dinyalakan pada malam hari selama 1-2 hari setelah pullet datang.
  • Tujuannya memberikan kesempatan pullet untuk makan lebih lama agar target konsumsi pakan dan berat badan bisa pulih secepatnya.
  • Formulasi pakan :  Konsentrat 33 %, Jagung 47 % dan Bekatul 20 %.
B. MENANGANI PULLET SETELAH 1 MINGGU DATANG
1. Memberikan Vaksin ND
  • Memberikan proteksi kekebalan terhadap pullet.
  • Bila aplikasi lewat air minum (drinking water) gunakan 1,5-2 dosis.
  • Berikan Susu skim (skim milk) 1 hari sebelum vaksin dan saat vaksin dilakukan.
2. Mengatasi konsumsi pakan yang rendah
  • Untuk pullet yang memiliki crop capacity (kapasitas tembolok) maksimal, biasanya tidak ada masalah dengan konsumsi pakan.
  • Kapasitas tembolok maksimal bisa dilakukan dengan men-setting perkembangan fisiologi pullet pada masa growing.
  • Usaha untuk mencapai target konsumsi pakan sesuai dengan standart. Yang paling sering dilakukan adalah dengan cara korek/membalik pakan.
  • Pola pemberian pakan 30-40 % pagi dan 60-70 % sore hari.
  • Skipday feeding,  dengan melatih/menguras pakan pada saat puncak panas (tengah hari).
  • Menyalakan lampu 2-3 jam setelah hari gelap untuk memberi kesempatan pullet mengkonsumsi pakan lebih panjang.
  • Merubah komposisi pakan dengan menurunkan jagung 2 %. Komposisi pakan yang umum  adalah Konsentrat 33-35 %, Jagung 50 % dan Bekatul 15-18 %.
  • Menambahkan pakan starter layer crumble/kimble 5 gram/ekor/hari. Tujuannya untuk palatabilitas pakan.

C. MENANGANI PULLET USIA 18 MINGGU
1. Memisahkan Pullet yang berjengger pucat
  • Pullet yang berjengger puret (pucat) harus dipindahkan ke kandang baterai yang mendapat sinar lebih banyak/besar.
  • Timbang berat badan pullet yang jenggernya puret (pucat). Bila berat badan > 1.300 gram/ekor lakukan injeksi vitamin E + Selenium.
  • Secara normal pullet dengan berat badan minimal 1.300 gram per ekor (terdapat -/+ 5 % lemak tubuh). Lemak tubuh akan merangsang kerja hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) untuk pertumbuhan dan pematangan indung telur.
2. Pullet mulai belajar betelur
  • Penambahan cahaya dimulai dengan menaikkan ½ jam secara bertahap setiap minggu sehingga pada usia 23-24 minggu. Lama pencahayaan 16-17 jam per hari.
  • Penambahan Grit 0,5 % dan DCP P 18% ½ kg per ton pakan untuk sumber Ca. Setiap proses bertelur membutuhkan Ca dalam jumlah tertentu. Kebutuhan Ca di ambil dari sumber pakan dan simpanan Ca dalam tulang kaki (femur atau medullary bones). Defisiensi dalam waktu lama dapat mengakibatkan kelumpuhan.
D. MENANGANI PULLET USIA 19 MINGGU
1. Menyeleksi pullet berdasarkan tulang pubis
  • Pullet yang memiliki lebar tulang pubis 2 jari tangan orang dewasa menunjukkan tanda perkembangan organ reproduksi berjalan normal.
  • Pullet yang sudah memiliki lebar tulang pubis minimal 2 jari tangan orang dewasa, bagian cloaca (cupropodium) mulai basah.
  • Kontrol jumlah bulu primer sayap.  Normalnya berjumlah 9-10 helai.
  • Evaluasi program vaksinasi lanjutan.
  • Pengulangan injeksi Vitamin E + Selenium untuk pullet-pullet yang perkembangannya masih tertinggal.
E. MENANGANI PULLET USIA 20 MINGGU
1. Vaksinasi ND + IB live dan ND + IB killed
  • Pelaksanaan vaksin ND + IB live bisa dilakukan awal usia 20 minggu.
  • Berikan Susu skim (skim milk) 1 hari sebelum dan saat pelaksanaan vaksin ND+IB live.
  • Vaksin ND+IB killed diberikan 7-10 hari setelah vaksin ND+IB live atau saat produksi telur mencapai 10-20 % HD.
  • Sebelum vaksin IND+IB killed sebaiknya dilakukan cleaning program antibiotik spectrum luas.
F. MENANGANI PULLET USIA 21-24 MINGGU
1. Target Pencapaian
  • Target konsumsi pakan 100 gram per ekor dan mulai terus naik 1 gram per ekor per hari atau minimal 5 gram per ekor per minggu.
  • Target kenaikan produksi telur harian 2-3 % HD sampai dengan mencapai 84-88 % setelah itu kenaikkan ½-1 % sampai dengan puncak produksi ( > 90 %).
  • Target konsumsi pakan 118-120 gram perekor per hari dan Egg Mass 56-57 kg per 1.000 ekor.
2. Pullet Mulai Belajar Bertelur
  • Penambahan cahaya dimulai dengan menaikkan ½ jam secara bertahap setiap minggu sehingga pada usia 23-24 minggu lama pencahayaan 16-17 jam per hari.
3. Penambahan Sumber Kalsium
  • Lakukan penambahan Grit 0,5 % dan DCP P 18 % ½ kg per ton pakan karena untuk setiap proses bertelur membutuhkan Ca dalam jumlah tertentu.

By Agus Bakrie Sudharnoko

 

Prinsip desinfeksi adalah mengurangi jumlah bibit panyakit atau kuman dilingkungan farm untuk mengurangi resiko penyakit.

Desinfektan adalah suatu bahan kimia yang dapat membunuh kuman jika di berikan langsung pada kumannya.

 Pembersihan permukaan mutlak harus dilakukan sebelum diberikan desinfektan untuk membuka kontaknya dengan kuman.

 

Dasar pekerjaan desinfeksi:

Sebelum desinfeksi atau pembersihan.

 

1.            Kosongkan kandang dan buang litter/ alas, kotoran, sisa sisa pakan dan lain-lain.

2.            Menyapu debu, bulu-bulu rontok dan lain-lain

3.            Mengepel dan menggosok seluruh permukaan dengan deterjen (lebih baik dilakukan dengan sprayer bertekanan tinggi).

4.            Membilas semua deterjen dan bahan organik dari permukaan sampai bersih( pekerjaan ini lebih baik dilakukan dengan sprayer bertekanan tinggi ).

 

 

Desinfeksi :

 

1.            Semprotkan desinfektan secara merata.

2.            Biarkan sampai desinfektan kering dengan sendirinya.

3.            Semprotkan sekali lagi desinfektan dan biarkan sampai kering.

4.            Masukkan bahan dan peralatan yang sudah di desinfektan dari luar kandang.

5.            Kosongkan kandang minimal 2 minggu

 

Memilih Desinfektan.

 

Efek mematikan dari desinfektan pada berbagai jenis penyakit ( virus, bakteri, fungi, protozoa dan lain-lain ) tergantung dari komposisi bahan kimia yang terkandung dan dikembangkan sesuai dengan jenis organisme ( penyakit ).

 

Pertimbangan dalam memilih desinfektan :

 

1.            Biaya/ harga

2.            Daya bunuh terhadap kuman

3.            Kinerjanya jika bersamaan dengan bahan organic lainnya

4.            Toxisitasnya ( harus relatif aman pada ternak dan pekerja)

5.            Tingkat residu

6.            Efek kerjanya pada metal dan bahan-bahan lain.

7.            Aktifitasnya bersama sabun .

8.            Tingkat kelarutan ( pH/asam-basa )

9.            Waktu kerjanya.

10.          Suhu.

 

Pemilihan tergantung pada kepentingan secara individual, tetapi daya bunuh dan toxisitasnya harus menjadi perhatian khusus.

 

Tidak ada desinfektan yang bekerja secara instan, semua jenis membutuhkan waktu kontak untuk efektif bekerja. Suhu dan konsentrasi desinfektan sangat berpengaruh pada daya bunuh desinfektan tersebut, aktifitasnya meningkat nyata jika temperatur meningkat, maka dari itu melihat label anjuran pabrik sangat penting sebelum melakukan pekerjaan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, bahwa semua desinfektan berkurang efektifitasnya dengan adanya bahan-bahan organic, karena bahan organic tersebut mengganggu efektifitasnya. Jadi sebelum melakukan desinfeksi, permukaan harus betul-betul bersih.

 

Desinfektan dikelompokkan berdasar komposisi kimianya :

 

1.            Phenol

2.            Hypochlorit ( clorine )

3.            Iodophores

4.            Quarternary ammonium

5.            Formaldehide

6.            Alkali ( lye )

7.            Chlorhexidine ( novasan )

8.            Oxiding Agent ( peroxide )

 

Phenol.

 

Merupakan derivat dari coal-tar. Efektif sebagai anti bacterial dan juga efektif terhadap jamur serta beberapa jenis virus. Phenol juga lebih tahan terhadap pengaruh zat organic daripada desinfektan yang mengandung Iodin dan Chlorine. Contohnya : Lysol, Pine-sol, Cressi-400, Environ dan Tek-trol.

 

Quarternary Ammonium.

 

Umumnya tidak berbau, tidak berwarna, tidak menyebabkan iritasi dan penghilang bau. QA merupakan desinfektan yang baik akan tetapi sebaian menjadi lemah akibat adanya sabun atau bahan residu sabun. Kemampuan antibakterialnya berkurang dengan adanya bahan organic. Efektif terhadap bakteri dan sebagian jenis ini juga efektif terhadap jamur dan virus.Iodophores.

 

Merupakan desinfektan yang baik, tetapi tidak bekerja baik dengan adanya bahan-bahan organic. Iodophores efektif terhadap bacteria, jamur dan beberapa jenis virus. Iodine toxisitasnya sangat rendah. Contohnya: Betadine, Iofec, Isodyne, Iosan, Waladol.

 

Hypochlorite.

 

Komponen chlorine hanya bagus untuk permukaan yang bersih. Chlorine efektif terhadap bacteria dan beberapa virus. Hipochlorit lebih efektif dalam air hangat. Larutan hypochlorit menyebabkan iritasi pada kulit dan korosif pada metal.

Desinfeksi alami.

 

Didalamnya termasuk sinar matahari, panas, dingin dan pengeringan. Sinar ultra violet dari matahari sangat kuat daya bunuhnya terhadap bakteri.

 

 

 

 

Desinfeksi air minum.

 

3 ppm chlorine biasa digunakan oleh perternak. Konsentrasi sampai 10 ppm masih dapat ditoleransi oleh ayam dan konsentrasi 5 ppm chlorine dibutuhkan untuk sumber air yang bercampur lumpur.

 

Hal2 penting dalam Chlorinasi

 

1.            Bahan organik cepat melemahkan chlorine.

2.            pH air sebaiknya dibawah 8,5. pH ideal untuk chlorinasi adalah 6,0 – 8,0.

3.            Pada temperatur rendah kerja desinfeksinya rendah.

4.            Air harus di chlorinasi secara kontinu

5.            Hentikan chlorinasi 2 hari sebelum vaksinasi live virus via air minum, dan dapat dilanjutkan lagi sehari setelah vaksinasi

Penanganan Kotoran Ayam

By Agus Bakrie Sudharnoko

Saat musim penghujan ini di hampir semua farm terjadi masalah yang sama, yakni bau ammonia meningkat tajam. Kelembaban yang tinggi pada lingkungan kandang menjadi salah satu penyebab yang menambah parah kondisi kadar ammonia.

Bau tidak sedap yang selalu merundung peternak ini juga karena wet dropping atau kotoran yang basah. Beberapa faktor yang menyebabkan kotoran menjadi basah, antara lain:

  1. Manajemen kandang: Pengontrolan suhu, kelembaban dan kerapatan (density) ayam dalam kandang akan memicu heat stress (stress panas) yang lebih tinggi sehingga ayam akan lebih banyak minum yang mengakibatkan konsentrasi kotoran menjadi lebih cair.
  2. Terlalu tingginya konsentrasi mineral pada air minum/pakan seperti Na, Ca, Mg dan Chlorin (kaporit) dapat mengakibatkan penyerapan air berlebihan.
  3. Penggunaan bahan baku yang terlalu kaya akan serat pada sumber karbohidrat bukan pati (NSPs) sehingga meningkatkan perlekatan makanan dalam saluran pencernaan yang mengakibatkan cairan yang keluar lebih banyak.
  4. Kualitas bahan baku yang terkontaminasi oleh jamur (mis. Aspergillus Flavus) yang memicu mikotoksin terutama aflatoksin dapat berdampak pada iritasi saluran pencernaan sehingga wet dropping. Hal ini cenderung lebih mungkin terjadi ketika musim penghujan karena kelembaban sangat tinggi sehingga memicu pertumbuhan jamur lebih cepat.

Upaya mengatasi permasalahan di atas:

  1. Dalam jangka pendek bau kotoran harus segera di atasi dengan melakukan treatment pada kotoran secara langsung. Bakteri pengurai yang tepat dan dapat bekerja cepat adalah solusi jangka pendek dalam upaya mengurangi bau tersebut.
  2. Pemberian probiotik yang tepat dalam pakan/minum akan memperbaiki fungsi usus dalam melakukan penyerapan nutrisi sehingga bau kotoran akan lebih bersahabat (mengurangi jumlah sekresi ammonia).
  3. Membasmi lalat melalui pakan, membunuh langsung lalat dewasa dan membasmi larva yang ada pada kotoran ayam.
  4. Tentunya dibarengi dengan perbaikan di sisi manajemen SDM, pakan, kandang dan kotoran yang baik akan sangat membantu kelangsungan hidup ternak dan berujung kepada kelangsungan bisnis itu sendiri.

ayam petelur

by agus bakrie sodharnoko

  1. brooding

Gagal memberikan brooding yang sesuai, menyangkut suhu, kelembaban, cahaya, air dan pakan akan membuat kondisi menjadi kritis. Awal yang buruk dengan kekurangan hal2 diatas akan mengakibatkan kematian tinggi dan pertumbuhan awal jelek

2.      Potong Paruh

Terpotong terlalu panjang, lidah terbakar, hasil mencong, bekas potong tidak normal, menghasilkan bentuk potong paruh yang tidak memenuhi syarat akan menyebabkan akan menhasilkan kerugian ekonomis yang berasal dari kanibal, pakan tumpah, culiing tinggi dan uniformity buruk.

3.      Program cahaya

Program cahaya yang tidak baik akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan dewasa kelamin. Selain program cahayanya sendiri, , ternyata kurang kontrol terhadap kerusakan peralatan juga akan menimbulkan problem tersendiri.

4.      Vaksinasi

Dua aspek yang harus diperhatikan pada program Vaksinasi, adalah disain/rencana program dan aplikasi. Kesalahan dalam dua hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pullet. Program vaksinasi harus dibuat untuk menjadikan ayam kebal terhadap penyakit yang ada di lingkungannya. Program harus selalu diperbaharui tergantung performa flock dan kasus penyakit disekitarnya. Pengaruh maternal antibodi harus dipertimbangkan jika ingin melakukan vaksinasi terlalu awal. Desain vaksinasi baru bisa dikatakan baik jika sudah di aplikasikan, buruknya pelaksanaan vaksinasi menyababkan ketidak seragaman hasil vaksinasi.

5.      Kepadatan.

Jika satu areal/sisi terlihat padat, ini berpotensi menimbulkan kasus pullet yang buruk performannya. Kepadatan kandang yang tinggi refleksi dari sulitnya mencapai target pertumbuhan dan keseragaman

6.      Penyakit

Penyakit yang tidak tuntas penyembuhannya akan sangat mengganggu pertumbuhan pullet

7.      Pakan.

Pakan yang tidak seimbang komposisinya selama periode pertumbuhan, akan menyebabkan pertumbuhan kerangka yang jelek, menumpuknya lemak tubuh secara berlebihan, rendahnya kapasitas pencernaan dan BB yang rendah. Sehingga saat produksi, hasil telur, daya hidup, dewasa kelamin, ukuran dan kualitas telur mendapat dampak buruknya.

Kesalahan umumnya terjadi adalah, pergantian pakan didasarkan pada umur bukan BB. Penggunaan ME/energi terlalu tinggi dan serat kasar terlalu rendah biasanya juga menjadi penyebab buruknya komposisi tubuh dan konsumsi pakan menjadi rendah pada awal produksi.

  1. 8.      Target pencapaian pertumbuhan.

Penelitian menunjukkan, jika pada setiap 50 gram dibawah target BB pada usia 18 minggu, ayam akan kehilangan 1-5% produksi atau sekita 4 butir telur per HH. Kegemukan akan menyebabkan akan prolapsus dan kanibal.

9.      Keseragaman.

Kerseragaman yang rendah (<80%) pada BB saat umur 16 minggu, mengindikasikan terlalu banyak ayam yang berada dibawah atau diatas berat normal. Ayam yang berada pada BB minus dan plus 10% tidak akan berproduksi baik karena ukuran, kualitas telur dan FCR nya tidak bagus. Uniformity adalah akibat dari kepadatan kandang, kapasitas tempat pakan dan minum, tapi bisa juga diakibatkan dari iklim dalam kandang dan kualitas potong paruh.

10.   Peralatan kandang

Perubahan kandang, tempat pakan dan tempat minum dari kandang grower kekandang produksi menyebabkan ayam harus beradaptasi dan ini akan menggangu konsumsi untuk beberapa hari.

pasang surut usaha peternakan ternyata tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi pasar. keberhasilan juga ditentukan oleh peran pemimpin yang bernaung didalamnya. makna kepemimpinan yang sejati sebagai bekal untuk memimpin suatu oganisasi, lembaga maupun usaha. kepemimpinan sering diartikan sebagai jabatan formal dan kekuasaan, yang ustru untuk menuntut mendapatkan fasilitas dan lain-lain. hal tersebut dapat menimbulkan krisis kepemimpinan seharusnya pemimpin dapat melayani.

Gaya kepemimpinan pemilik farm biasanya selalu diwariskan kepada manajer farm dan seluruh anggota organisasi tersebut. Budaya kerja farm akan ditentukan oleh sikap pemilik farm dalam pengelolaan farm karena dia akan menjadi teladan bagi manajer farm dan pegawainya. hal-hal yang harus di perhatikan oleh seorang pemimpin adalah people, product, process, productivity).

bersambung…..

ac mobil

Posted: Mei 16, 2012 in Uncategorized
Tag:

Evaporator adalah salah satu bagian pada AC mobil

yang berfungsi untuk mengeluarkan hawa sejuk ke dalam kabin mobil.Tugas dari evaporator Sebagai penukar kalor yang di dalamnya mengalir cairan refrigerant yang berfungsi sebagai penyerap panas dari produk yang didinginkannya,sambil berubah phasa. Kadang-kadang evaporator disebut freezing unit, low side, cooling unit atau nama lainnya yang menggambarkan fungsinya atau lokasinya. Temperatur refrigerant di dalam evaporator selalu lebih rendah daripada temperatur sekelilingnya, sehingga dengan demikian panas dapat mengalir ke refrigerant.Fungsi utama daripada evaporator adalah menyerap hawa panas untuk mengeluarkan hawa dingin, atau kebalikan dari fungsi condensor. Jumlah panas yang diserap oleh evaporator harus sama dengan jumlah hawa dingin yang diserap oleh condensor.
Jika tidak terjadi keseimbangan itu, maka system AC mobil anda akan terasa kurang maksimal.
Pada umumnya evaporator dibersihkan dalam jangka waktu 1 tahun dan disertai dengan penggantian Dryer / Filter.
Biasanya jika evaporator yang sudah lama tidak di service, keluhan-keluhan adalah sebagai berikut :
• Tercium bau yang kurang sedap saat AC dihidupkan.

• Pipa – pipa pada bagian evaporator mengalami keropos sehingga menyebabkan kebocoran.

• Terjadi pembekuan pada evaporator

• Air menetes di dalam kabin, yang disebabkan tersumbatnya selang air pada rumah evaporator bagian bawah oleh kotoran yang berasal dari evaporator

Delapan Pertanyaan Tersulit Saat Wawancara

TEMPO.CO – Wawancara didesain untuk melakukan satu hal: mengidentifikasi kandidat terbaik untuk pekerjaan yang diiklankan. Beberapa pertanyaan dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana Anda mengatasi kondisi tertekan, sementara pertanyaan lain ingin mengungkap kepribadian Anda atau untuk melihat bagaimana aspirasi karier Anda.

Jika Anda ingin menghindari bencana wawancara, berikut beberapa pertanyaan sulit yang biasa diajukan dan siasat untuk menjawabnya.

1. Ceritakan tentang diri Anda
Kelihatannya pertanyaan terbuka ini digunakan sebagai pertanyaan pemanasan untuk memberikan kesempatan kepada Anda agar bersinar. Namun tahan godaan untuk bercerita tentang sejarah hidup Anda. Yang diharapkan oleh pewawancara adalah dua atau tiga menit jawaban singkat mengenai siapa Anda dan mengapa Anda adalah kandidat terbaik untuk pekerjaan ini. Jadi berikan respons yang relevan dengan posisi yang Anda lamar.

2. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Anda harus melakukan riset sebelum wawancara mengenai rata-rata gaji untuk posisi yang Anda lamar. Jika mungkin, cobalah balik bertanya kepada pewawancara mengenai gaji yang ditawarkan. Biasanya mereka akan memulai dengan angka lebih rendah dari gaji sebenarnya karena mereka ingin mempertahankan biaya murah. Jadi, jika Anda dipaksa untuk menyebutkan angka, berikan angka dalam bentuk kisaran demi menghindarkan diri Anda dari pertentangan.

3. Mengapa kami harus memilih Anda?
Ini bisa jadi pertanyaan mematikan sekaligus mematahkan peluang Anda mendapatkan pekerjaan tersebut. Cara Anda menjawab bergantung dari penelitian pewawancara, harapan, dan persyaratan mereka. Jadi yang sebenarnya ditanyakan adalah ‘Apa yang bisa Anda lakukan untuk perusahaan ini?’ Karena itu, jawaban Anda haruslah merespons keinginan tersebut.

4. Jika Anda adalah sebuah mobil, sebatang pohon, seekor binatang, Anda ingin jadi apa?
Membingungkan memang, tetapi beberapa pewawancara berkukuh bertanya mengenai pertanyaan seperti itu. Tidak ada jawaban benar atau salah. Pewawancara hanya ingin mengetes reaksi Anda saat tertekan untuk melihat apakah Anda bisa mengatasi hal-hal tidak terduga demi melihat sisi lain dari kepribadian Anda. Jangan terpaku pada dampak dari tipe mobil yang Anda katakan, tapi sadarlah bahwa Anda akan diminta untuk menjelaskan pilihan Anda.

5. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang dulu?
Anda tahu bahwa ini akan diajukan sewaktu-waktu, jadi siapkan jawaban Anda terlebih dulu. Aturan mainnya adalah selalu mengingat sisi positif dari pekerjaan dan perusahaan Anda yang dulu. Sebab Anda tak akan pernah tahu mungkin Anda harus kembali. Selain itu, kemungkinan Anda juga membutuhkan referensi dari bekas atasan Anda kan?

6. Apa kelemahan-kelemahan Anda?
Banyak buku mengenai karier yang membantu Anda untuk menjawab pertanyaan ini. Sebagian besar dari saran tersebut adalah mengambil satu kelebihan Anda dan mengatakannya sebagai kelemahan. Misalnya ‘Saya bekerja terlalu banyak’. Namun jawaban seperti itu bisa jadi berdampak buruk karena dapat diartikan bahwa Anda tidak bisa mengorganisasi pekerjaan Anda secara efektif atau Anda tidak bisa mengatur jadwal Anda. Sebaiknya katakan kelemahan Anda yang sebenarnya beserta upaya Anda untuk mengatasinya.

7. Apa yang memotivasi Anda?
Secara ringkas ceritakan kepada pewawancara bahwa Anda termotivasi dengan prospek mendapatkan gaji seperti pesepak bola, atau ingin mengemudikan Bentley, atau punya rumah untuk berlibur di kawasan mewah. Berikan jawaban yang konstruktif sehingga pewawancara memahami bahwa Anda akan menguntungkan perusahaan tersebut.

8. Bagaimana rekan kerja Anda di tempat lama menjelaskan tentang diri Anda?
Pertanyaan ini adalah sinyal bahwa pewawancara menyukai Anda dan benar-benar berpikir untuk mengontak atasan lama Anda untuk meminta referensi. Ini adalah waktu bagi Anda untuk memilih dengan saksama orang yang Anda harapkan bisa memberikan referensi. Jadi jawablah pertanyaan ini dengan cara yang Anda harapkan atasan Anda akan merespons.

Usaha Sapi perah di Indonesia sebagian besar didominasi oleh peternak rakyat, di pulau jawa masih menjadi wilayah utama sapi perah yang mencakup 97% dari produk susu nasional pada tahun 2007, peternak ini telah menghasilkan 574 ribu ton pada tahun 2008, naik dari 550 ribu ton pada tahun 2004 atau meningkat sebesar 4,43% (Direktorat Jendral Peternakan, 2008). Perkembangan meningkatnya usaha peternakan sapi perah salah satunya akibat permintaan susu dan daging. Permintaan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat terhadap keseimbangan gizi akan sumber protein hewani.

Dalam melaksanakan usaha peternakan sapi perah yang harus menjadi dasarnya adalah pengetahuan dalam hal produksi dan pemasaran sehingga dapat menghitung keuntungan dan kerugian yang terjadi. Tujuan dari orientasi sapi perah ini mengarah kepada profit atau keuntungan yang optimal berdasarkan sumber daya dan nilai investasi yang dimiliki, hal ini terkait dengan mengkuantifikasi keuntungan ekonomi.

lanjutkan tulisan ini STUKEL LAPORAN PUSINK

CARA MEMBUAT PROPOSAL USAHA

Posted: April 18, 2012 in materi kuliah

membuat suatu usaha memang tidak gampang memerlukan suatu kerja keras dan pantang menyerah untuk memulai suatu usaha. Usaha memerluka suatu rencana jangka panjang, yaitu berupa tujuan dan bagaimana usaha itu dijalankan. oleh karena itu tujuan usaha dituliskan dalam suatu proposal usaha. format proposal usaha antara lain:

1. Pendahuluan

yaitu berupa latar belakang dan tujuan usaha didirikan

2. Profil Usaha

a. sejarah berdirinya usaha

b. struktur organisasi perusahaan

c. tujuan perusahaan

3. rincian biaya usaha

a. modal

b. keuntungan

4. penutup

a. resiko usaha

b. prospek usaha

Petani yang baik hati

Posted: April 9, 2012 in my

dikutip dari tulisan seorang anak sd kelas 4, saya sangat kagum anak sd sudah bisa membuat sebuah tulisan yang mengandung suatu makna tersirat tidak hanya menceritakan kegiatan pada saat liburan saja.
di suatu desa, hiduplah seorang petani yang sudah tua. Petani ini hidup seorang diri dan sangat miskin, pakaiannya penuh dengan tambalan dan rumahnya terbuat dari gubuk kayu. Musim kemarau sudah tiba, Pak Petani tidak punya makanan , juga tidak mempunyai air bersih untuk minum, jadi hari ini Pak Petani hendak pergi ke pasar untuk mencari pekerjaan. Ketika keluar dari rumah, dilihatnya ada sebutir telur tergeletak diatas tanah bersalju.
Dengan hati-hati dipungutnya telur tersebut dan dibawanya ke dalam rumah. Pak Petani menyelimuti telur itu dengan kain lusuh dan meletakkannya di dalam kardus agar tetap hangat. Setelah itu dia pergi ke pasar untuk bekerja.
Pak Petani membuat telur itu menjadi hangat setiap hari sampai telur itu menetas. Ternyata telur itu adalah telur Burung Camar, mungkin induknya menjatuhkannya ketika hendak pindah ke tempat yang lebih hangat. Pak Petani merawat Burung Camar kecil itu dengan penuh kasih sayang. Dia selalu membagi setiap makanan yang diperolehnya dari bekerja di pasar. Ketika harus meninggalkan Burung Camar itu sendirian, Pak Petani akan meletakkannya di dalam kardus dan menyalakan perapian agar Burung Camar tetap hangat.
Pak Petani.
Ternyata Burung Camar itu kembali, diparuhnya terdapat benih tanaman.
Pak Petani heran Burung Camar itu masih mengingatnya, dibiarkannya Burung Camar itu masuk dan memberinya minum. Sambil memandang benih yang dibawa oleh burung Camar, Pak Petani bertanya-tanya… benih apakah ini ? dapatkah aku menanamnya di tengah musim dingin ini ? tanyanya dalam hati.
Burung Camar keluar dari rumah Pak Petani, membuat lubang di halaman rumah Pak Petani lalu menanam benih itu . Ketika hari menjelang senja Burung Camar itu pergi meninggalkan Pak Petani.
Esok harinya, keajaiban terjadi, benih yang ditanam Burung Camar tumbuh menjadi Pohon lengkap dengan buahnya hanya dalam sehari !!!! Pak Petani sangat terkejut melihatnya.
Karena lapar, Pak Petani memakan buah pohon itu. Ajaib, tubuhnya menjadi kuat dan dia tidak merasa sakit. Karena Keajaibannya, Pak Petani menamakan Pohon itu Pohon Dewa, karena buahnya dapat membuat Pak Petani menjadi sehat kembali.
Pak Petani merawat pohon itu dengan baik. Meskipun musim kemarau, pohon itu terus berbuah dan tidak menjadi kering. Pak Petani menjual buah itu dan mendapatkan banyak uang.
Sekarang Pak Petani tidak lagi kehausan dan kelaparan. Meskipun demikian , Pak Petani tetap murah hati, dia ingat bahwa apa yang diterimanya sekarang adalah buah dari ketulusannya menolong sesama makhluk hidup