Story of Kiss

Posted: April 5, 2009 in Uncategorized
Tag:

Mengapa kita mencium? Jika Anda melihat seekor induk burung sedang memberi makan

anaknya, Anda akan sadar bahwa kegitan yang disebut mencium antara mulut yang satu

dengan yang lain bermula dari cara kuno yang dilakukan induk burung saat memberi

makan anaknya.

Dalam beberapa kebudayaan, ada kebiasaan seorang ibu mengunyah makanan terlebih

dahulu sebelum memberikannya kepada bayinya. Gaya khas mencium ini didorong oleh

perasaan cinta mendalam saat mulut beradu. Secara teknis, ciuman mulut dilakukan

dengan membuat kontraksi pada dua otot orbicularis di bibir saat bibir-bibir itu

diadu.

Saat seorang bayi lahir, dia akan mengisap payudara si ibu tanpa perlu diajari.

Teknik yang digunakan nyaris sama dengan mencium. Artinya, ciuman adalah insting

dasar manusia.

Banyak penelitian menegaskan bahwa wanita ternyata lebih menikmati ciuman lebih

lama daripada pria. Itulah kenapa para wanita lebih mudah mengingat pengalaman

ciuman romantis mereka yang pertama kalinya daripada pria.

Istilah kiss yang artinya mencium dalam bahasa Indonesia berasal dari Inggris kuno,

cyssan, yang muncul sebelum abad XXV.

Ciuman Perancis – French Kiss; Awal Tahun 1920-an
Istilah French Kiss pertamakali diketahui di Inggris pada tahun 1920-an. Aktivitas

ini ditandai dengan membuka mulut masing-masing lalu dengan bergairah mengadu lidah

satu sama lain.

Kata Perancis (French) disebutkan di sini bukan karena ciuman dengan lidah ini

adalah ciuman khas Perancis. Ciuman semacam ini bisa kita temukand alam berbagai

budaya, entah disebut ciuman lidah, cium basah, atau soul kissing. Orang-orang

Amerika dan Inggris menamakannya demikian karena menganggap orang-orang Perancis

sangat liberal dalam hal kegiatan seks.

Tidak heran pula ada banyak istilah seks dikaitkan dengan Perancis (French). Ada

French Disease (sifilis), French Love Letter (kondom), Frenching (oral seks),

French Woman (pelacur).

Ciuman Romantis, Awal Mula Bangsa Eropa
Tidak semua budaya memiliki gaya bercium romantis. Ciuman mesra di depan umum ini

tampaknya bermula dari kebudayaan awal mula orang-orang Eropa. Setidaknya hal ini

bisa dilacak dari teks dan literatur yang ada.

Orang-orang Teuton, Jerman, Yunani, Romawi, dan juga klan Semit yang memulai

mengembangkan gaya ciuman romantis. Kelompok orang-orang ini lalu menyebar ke

mana-mana.

Orang Cina kuno danJepang tentu saja juga melakukan ciuman, tetapi dengan malu-malu

karena tidak mau ketahuan orang lain. Ciuman adalah kegiatan pribadi antara dua

orang dan tidak layak untuk didiskusikan, apalagi ditulis.

Saat orang Eropa mlai mengunjungi wilayah Timur di abad XVI, orang-orang Cina dan

Jepang sempat terkejut serta merasa luar biasa dengan kebiasaan orang Eropa yang

tidak malu-malu bericuman di depan publik.

Pada pertengahan abad XIX, saat bahasa Cina mulai diterjemahkan ke bahasa Barat,

mulailah ditemukan tulisan baru yang menggambarkan gaya ciuman romantis.

Ciuman ala Eskimo
Gaya mencium dengan menempelkan hidung satu sama lain bermula dari kebiasaan yang

dilakukan oleh orang Polinesia, sebagian Asia, Afrika dan Eskimo artik. Orang

Eskimo malah melakukannya dengan cara menempelkan mulut dan hidung di pipi sambil

menghirup udara. Mereka saling membaui satu sama lain. Dalam kasanah bahasa Eskimo,

kata “mencium” justru punya arti “membaui”. Tidak heran bila dalam industri parfum,

bau memberikan kesan erotis tesendiri karena dijual dan diperdagangkan.

Bahkan, dalam kebudayaan Semit pernah diceritakan saat Iskak meminta Jakub

menciumnya sebelum memberkatinya. Meskipun sebenarnya Iskak bermaksud hendak

membaui apakah benar yang dimintanya itu Esau, kakak Jakub. Sayang, karena Jakub

lebih cerdik, dengan baju kulit yang dikenakannya, Iskak terkelabui, sehingga

berkat datang pada Jakub (Kitab Kejadian, 27:27).

Ciuman Pipi
Orang-orang wanita indian Amerika Utara melakukan ciuman ini dengan cara

menempelkan bibir dengan rileks ke pipi seorang laki-laki tanpa gerakan lain atau

suara tertentu. Maksudnya tidak lain adalah hendak merasai bau si pria.

Ciuman Tangan
Ciuman tangan mulai muncul di beberapa wilayah di bagian India dan Arab Peninsula.

Di budaya tertentu malahan kebiasaannya lain lagi. Orang mencium tangannya sendiri

kemudian menempelkannya ke dahi orang lain. Kebudayaan lain menceritakan hal yang

lain lagi, saat dua orang pria bertemu mereka akan memberi salams atu sama lain

dengan cara mencium secara cepat punggung tangan satu sama lain. Di Eropa, ciuman

tangan pada seorang wanita dikenal dengan sebutan Handkiss.

Selama abad pertengahan, beberapa rabi di wilayah Timur mengadopsi kebiasaan

menggunakan sarung tangan tipis, entah itu di musim salju ataupun panas, untuk

menghindari gairah atau birahi. Sarung tangan digunakan untuk menghindari gejolak

yang mungin timbul saat bertemu seorang wanita. Kebiasaan mereka justru si

wanitalah yang mencium pungugng tangan pria.

Ciuman Mengisap Bibir
Orang-orang India memiliki bentuk ciuman yang lebih dahsyat lagi, yakni cara

mencium dengan mengisap bibir orang yagn dicium secara bergairah. Dalam Kamasutra,

hal semacam ini diajarkan. Cara ciuman ini persisnya adalah ketika pria mengisap

bibir atas wanita, si wanita sebaliknya mengisap bibir bawah si pria. “Kumakan

kau”, kata mereka satu sama lain. Faktanya, beberapa binatang, khususnya serangga

betina, akan memakan pasangannya setelah melakukan hubungan seks.

Ciuman Seremonial
Odysseus, seorang pejuang dari Yunani, ketika pulang dari pengembaraannya yang

panjang, seorang temannya menciumnay di kepala, tangan, dan bahu. Beberapa bad

sesudahnya, ciuman antara pria semacam menjadi kebiasaan yang dilakukan antara

seorang uskup dan pastor. Seorang uskup akan mencium pastor yang baru ditahbiskan

dan pastor tersebut akan mencium kaki Sri Paus.

Orang-orang Katolik Roma melakukan kebiasan mencium altar, reliqui atau benda yang

ditinggalkan oleh para kudus, luka-luka pada patung Jesus, dan saudara-saudara

mereka yang meninggal. Orang Yahudi punya kebiasaan mencium Kitab Taurat, tetapi

tidak pernah mencium saudara mereka yang sudah meninggal. Selama abad pertengahan,

seorang ksatria akan dicium oleh ksatria yang lebih tua, bahkan kadang-kadang oleh

raja, setelah dilantik.

Ciuman tangan, khususnya antara lelaki, adalah sebentuk sikap menghormati. Menurut

salah satu legenda Kristen, acara mencium kaki atau tumit Sri Paus sebenarnya

adalah bagian dari gaya ciuman tangan. Cerita berkembang, di abad VII, diceritakan

seorang wanita yang sedang bergairah tidak hanya mencium tangan Sri Paus, melainkan

juga mengisap jari-jari sang pemimpin umat Katolik sedunia ini dengan dahsyatnya.

Tentu saja orang yang dianggap suci ini terkejut sekali. Lalu selanjutnya agar

tidak berlanjut, Paus mengumumkan bahwa ciuman tangan ini diganti dengan ciuman

kaki. Sementara dalam legenda lain menyebutkan adanya kebiasaan mencium kaki raja.

Ciuman Kupu-Kupu
Beberapa kebudayaan memiliki kebiasaan yangl ebih aneh lagi saat dua orang dimabuk

cinta. Caranya dengan mengedipkan bulu mata ke pipi pasangannya. Mengadu bulu mata

disebut double butterflu.

Ciuman kupu-kupu ini mengadopsi cara ciuman serangga, yakni dengan menempelkan

antenanya ke pasangannya. Namun, tentu saja dua orang yang sedang jatuh cinta bisa

saja membuat bentuk ciuman yang lain lagi

Komentar
  1. yanemariana mengatakan:

    ayang sebel ngepost beginian huuuuuuuuuuuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s