pengujian mutu susu

Posted: September 9, 2009 in Uncategorized
Tag:, ,

Dalam Undang-Undang Pangan Tahun 1996 dijelaskan bahwa standar mutu

pangan adalah spesifikasi atau persyaratan teknis yang dilakukan tentang

mutu pangan, misalnya, dari segi bentuk, warna, atau komposisi yang

disusun berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan perkembangan

ilmu pengetahuan dan teknologi, serta aspek lain yang terkait. Standar mutu

pangan tersebut mencakup baik pangan olahan, maupun pangan yang tidak

diolah. Dalam pengertian yang lebih luas, standar yang berlaku bagi pangan

mencakup berbagai persyaratan keamanan pangan, gizi, mutu, dan

persyaratan lain dalam rangka menciptakan perdagangan pangan yang jujur,

misalnya persyaratan tentang label dan iklan.

Pengawasan kualitas susu merupakan suatu faktor penting dalam rangka

penyediaan susu sehat bagi konsumen dan hal ini sangat diperlukan untuk

lebih memberi jaminan kepada masyarakat bahwa susu yang dibeli telah

memenuhi standar kualitas tertentu.

Pusat Standardisasi Indonesia telah mengeluarkan persyaratan kualitas

untuk susu segar, berikut cara pengambilan contoh, cara uji, syarat

penandaan dan cara pengemasan, seperti yang tercantum dalam Standar

Nasional Indonesia atau SNI 01-3141-1982, yaitu seperti yang disajikan pada

Tabel II.1. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Peternakan (1983)

telah ditetapkan pula tentang syarat-syarat, tata cara pengawasan dan

pemeriksaan kualitas susu produksi dalam negeri. Beberapa ketentuan yang

penting antara lain mengenai peristilahan misalnya, yang dimaksud dengan:

a. Susu adalah susu sapi meliputi susu segar, susu murni, susu

pasteurisasi, dan susu sterilisasi.

b. Susu murni adalah cairan yang berasal ambing sapi sehat, yag diperoleh

dengan cara pemerahan yang benar tanpa mengurangi atau menambah

suatu komponen.

c. Susu segar adalah susu murni yang tidak mengalami proses

pemanasan.

d. Susu pasteurisasi adalah susu murni yang telah mengalami proses

pasteurisasi secara sempurna

Komentar
  1. ajikinai mengatakan:

    cara uji standarnya gimana…?yang umum dan simple…

    • sandrapratama mengatakan:

      proses pendinginan susu dengan mesin plate
      cooler, setelah itu masuk ke mesin evaporasi kemudian hasil evaporasi didinginkan hingga suhu sekitar 5º C.
      Pengujian mutu susu meliputi uji organoleptik, uji fisik yaitu uji berat jenis, uji alkohol, uji pH, uji karbonat, uji
      keasaman, dan uji kimia yaitu uji protein, uji lemak, uji kadar laktosa, uji kadar total solid, uji titik beku. Susu
      segar merupakan sumber bahan baku yang penting bagi industri susu. Kualitas susu segar yang diterima
      perlu dipastikan tingkat kesesuaiannya dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Spesifikasi bahan dasar
      adalah susu segar murni yang baru diperoleh dari hasil pemerahan sapi dengan cara pemerahan yang
      terjaga dan tidak tercampur bahan asing. Persyaratan susu segar yang dapat diterima di GKSI yaitu Bobot
      jenis minimal 1,0230, suhu susu segar dingin maksimal 10º C, titik beku susu antara -0,520 – (-0,560), uji
      alkohol negatif, uji karbonat negative, kadar lemak minimal 3,4 %, jumlah padatan susu minimal 11,3 %,
      kadar protein minimal 2,5 %, pH 6,60-6,94, Keasaman 0,10 – 0,26 dan uji organoleptik normal.

  2. adit mengatakan:

    hahaha… ini blog nya lu san…. weleh2… sep deh….

  3. frans andri mengatakan:

    kak,
    mau tanya nih, itu cara ujinya dengn menggunaka metode penelitian atau ga??
    aq bngung nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s