INTENSIFIKASI TERNAK AYAM BURAS

Posted: Oktober 10, 2010 in materi kuliah
Tag:, ,


1. PENDAHULUAN
Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam
kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak dipelihara oleh peternakpeternak
maupun masyarakat umum sebagai usaha untuk pemanfaatan pekarangan,
pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan.
Dikarenakan dengan pemeliharaan sistem tradisional, produksi telur ayam buras sangat
rendah, ± 60 butir/tahun/ekor. Berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg dan betina ± 1,2
~ 1,5 kg, maka perlu diintensifkan. Pemeliharaan yang intensif pada ayam buras, dapat
meningkatkan produksi telur dan daging, dapat mencegah wabah penyakit dan
memudahkan tata laksana.
Sistem pemeliharaan ayam buras meliputi : bibit, pemeliharaan, perkandangan, pakan
dan pencegahan penyakit.
2. BIBIT
Ciri-ciri bibit yang baik :
a. Ayam jantan
– Badan kuat dan panjang.
– Tulang supit rapat.
– Sayap kuat dan bulu-bulunya teratur rapih.
– Paruh bersih.
– Mata jernih.
– Kaki dan kuku bersih, sisik-sisik teratur.
– Terdapat taji.
b. Ayam betina (petelur) yang baik
– Kepala halus.
– Matanya terang/jernih.
– Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).
– Paruh pendek dan kuat.
– Jengger dan pial halus.
– Badannya cukup besar dan perutnya luas.
– Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ± 4 jari.
– Jarak antara tulang pubis ± 3 jari.
3. PEMELIHARAAN
Ada 3 (tiga) sistem pemeliharaan :
1) Kulit, sebagai bahan industri tas, sepatu, ikat pinggang, topi, jaket.
2) Tulang, dapat diolah menjadi bahan bahan perekat/lem, tepung tulang dan barang
kerajinan
3) Tanduk, digunakan sebagai bahan kerajinan seperti: sisir, hiasan dinding dan masih
banyak manfaat sapi bagi kepentingan manusia.
a. Ekstensif (pemeliharaan secara tradisional = ayam dilepas dan mencari pakan sendiri).
b. Semi intensif (ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan).
c. Intensif (ayam dikandangkan dan diberi pakan).
Apabila dibedakan dari umurnya, ada beberapa macam pemeliharaan, yaitu :
a. Pemeliharaan anak ayam (starter) : 0 – 6 minggu, dimana anak ayam sepenuhnya
diserahkan kepada induk atau induk buatan.
b. Pemeliharaan ayam dara (grower) : 6 – 20 minggu.
c. Pemeliharaan masa bertelur (layer) : 21 minggu sampai afkir (± 2 tahun).
Untuk memperoleh telur tetas yang baik, diperlukan 1 (satu) ekor pejantan
melayani 9 (sembilan) ekor betina, sedangkan untuk menghasilkan telur
konsumsi, pejantan tidak diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s