nilai heretabilitas kambing perah

Posted: Mei 11, 2011 in materi kuliah
Tag:, ,

Kambing perah saanen berasal dari Swiss barat. Kambing ini adalah salah satu ternak yang memiliki rata-rata produksi susu tertinggi dibandingkan dengan bangsa kambing perah lainnya. Prodiksi susunya dapat mencapai 3 – 5 liter per hari (sarwono, 1999), rata-rata 536-886 kg selama 240-300 hari masa laktasi. Kambing perah saanen baik sekali dipelihara di daerah sub tropis, tetapi di Indonesia yang termasuk beriklim tropis, kambing ini pun dapat mencapai potensi genetik dan produktivitas yang tinggi asalkan kondisi lingkungan dan faktor manajemen dapat terpengaruhi dengan baik.
Faktor lingkungan dan faktor genetik sangat penting dalam menentukan performa atau penampilan individu (P = G + E). faktor lingkungan bergantung pada kapan dan dimana individu tersebut berada, sedangkan faktor genetik ditentukan oleh susunan gen dan kromosom yang dimiliki itu sendiri. Faktor genetik sering disebut sebagai kemapuan, sedangkan faktor lingkunagan sebagai kesempatan yang ada. Jadi performan atau pemapilan individu ditentukan oleh kemampuan dan kesempatan yang ada.

Untuk mendapatkan performa yang baik salah satu caranya dengan perbaikan mutu genetik. Perbaikan mutu genetik adalah upaya untuk meningkatkan frekuensi gen yang menguntungkan, terutama pada sifat kuatitatif ternak yang bernilai ekonomis tinggi. Seleksi merupakan tindakan memilih ternak yang dianggap mempunyai mutu genetik yang baik untuk dikembangbiakan lebih lanjut dan menyingkirkan dianggap kurang baik. Mutu genetik ternak tampak dari luar. Untuk mengetahuinya dilakukan suatu penduaan atas dasar performans yang ada.

Dalam seleksi, variasi lingkungan dibuat sekecil mungkin agar performans yang sedang diukur mencerminkan sebagian besar pengaruh genetik, sehingga ragam yang timbul adalah ragam genetik. Ragam genetik merupakan ragam yang paling penting kerena ragam genetik dapat diwariskan kapada keturunannya. Ragam genetik terdiri dari ragam aditif, ragam dominan dan epistasis (σ_g= σ_a+ σ_d+ σ_i). Dalam sifat kuantatif seperti produksi susu,ragam dominan dan epistasis diabaikan.

Angka pewarisan atau heritabilitas adalah proporsi ragam genotip terhadap ragam fenotip yang digunakan untuk mengetahui besarnya kemampuan suatu sifat yang diturunkan tetua kepada keturunannya sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan seleksi dan rencana perkawinan dalam memperbaiki kualitas ternak.
Penentuan parameter genetik dapat menggunakan catatan berulang. Catatan berulang adalah pencatatan suatu karakter yang dapat diukur lebuh dari satu kali selama hidupnya sebagai kriteria seleksi pada evaluasi genetik. Pendugaan catatan berulang biasanya lebih tinggi kecernatannya karena memperhitungkan lingkungan permanen. Lingkungan permanen adalah semua pengaruh yang bukan bersifat genetik dan merupakan factor tetap yang mempengaruhi produktivitas ternak sepanjang hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s