10 Kesalahan penyebab kerusakan Pullet

Posted: Juli 6, 2012 in materi kuliah, tips and trik
Tag:, , ,

ayam petelur

by agus bakrie sodharnoko

  1. brooding

Gagal memberikan brooding yang sesuai, menyangkut suhu, kelembaban, cahaya, air dan pakan akan membuat kondisi menjadi kritis. Awal yang buruk dengan kekurangan hal2 diatas akan mengakibatkan kematian tinggi dan pertumbuhan awal jelek

2.      Potong Paruh

Terpotong terlalu panjang, lidah terbakar, hasil mencong, bekas potong tidak normal, menghasilkan bentuk potong paruh yang tidak memenuhi syarat akan menyebabkan akan menhasilkan kerugian ekonomis yang berasal dari kanibal, pakan tumpah, culiing tinggi dan uniformity buruk.

3.      Program cahaya

Program cahaya yang tidak baik akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan dewasa kelamin. Selain program cahayanya sendiri, , ternyata kurang kontrol terhadap kerusakan peralatan juga akan menimbulkan problem tersendiri.

4.      Vaksinasi

Dua aspek yang harus diperhatikan pada program Vaksinasi, adalah disain/rencana program dan aplikasi. Kesalahan dalam dua hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pullet. Program vaksinasi harus dibuat untuk menjadikan ayam kebal terhadap penyakit yang ada di lingkungannya. Program harus selalu diperbaharui tergantung performa flock dan kasus penyakit disekitarnya. Pengaruh maternal antibodi harus dipertimbangkan jika ingin melakukan vaksinasi terlalu awal. Desain vaksinasi baru bisa dikatakan baik jika sudah di aplikasikan, buruknya pelaksanaan vaksinasi menyababkan ketidak seragaman hasil vaksinasi.

5.      Kepadatan.

Jika satu areal/sisi terlihat padat, ini berpotensi menimbulkan kasus pullet yang buruk performannya. Kepadatan kandang yang tinggi refleksi dari sulitnya mencapai target pertumbuhan dan keseragaman

6.      Penyakit

Penyakit yang tidak tuntas penyembuhannya akan sangat mengganggu pertumbuhan pullet

7.      Pakan.

Pakan yang tidak seimbang komposisinya selama periode pertumbuhan, akan menyebabkan pertumbuhan kerangka yang jelek, menumpuknya lemak tubuh secara berlebihan, rendahnya kapasitas pencernaan dan BB yang rendah. Sehingga saat produksi, hasil telur, daya hidup, dewasa kelamin, ukuran dan kualitas telur mendapat dampak buruknya.

Kesalahan umumnya terjadi adalah, pergantian pakan didasarkan pada umur bukan BB. Penggunaan ME/energi terlalu tinggi dan serat kasar terlalu rendah biasanya juga menjadi penyebab buruknya komposisi tubuh dan konsumsi pakan menjadi rendah pada awal produksi.

  1. 8.      Target pencapaian pertumbuhan.

Penelitian menunjukkan, jika pada setiap 50 gram dibawah target BB pada usia 18 minggu, ayam akan kehilangan 1-5% produksi atau sekita 4 butir telur per HH. Kegemukan akan menyebabkan akan prolapsus dan kanibal.

9.      Keseragaman.

Kerseragaman yang rendah (<80%) pada BB saat umur 16 minggu, mengindikasikan terlalu banyak ayam yang berada dibawah atau diatas berat normal. Ayam yang berada pada BB minus dan plus 10% tidak akan berproduksi baik karena ukuran, kualitas telur dan FCR nya tidak bagus. Uniformity adalah akibat dari kepadatan kandang, kapasitas tempat pakan dan minum, tapi bisa juga diakibatkan dari iklim dalam kandang dan kualitas potong paruh.

10.   Peralatan kandang

Perubahan kandang, tempat pakan dan tempat minum dari kandang grower kekandang produksi menyebabkan ayam harus beradaptasi dan ini akan menggangu konsumsi untuk beberapa hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s