Desinfeksi kandang

Posted: Juli 6, 2012 in materi kuliah, tips and trik
Tag:, ,

By Agus Bakrie Sudharnoko

 

Prinsip desinfeksi adalah mengurangi jumlah bibit panyakit atau kuman dilingkungan farm untuk mengurangi resiko penyakit.

Desinfektan adalah suatu bahan kimia yang dapat membunuh kuman jika di berikan langsung pada kumannya.

 Pembersihan permukaan mutlak harus dilakukan sebelum diberikan desinfektan untuk membuka kontaknya dengan kuman.

 

Dasar pekerjaan desinfeksi:

Sebelum desinfeksi atau pembersihan.

 

1.            Kosongkan kandang dan buang litter/ alas, kotoran, sisa sisa pakan dan lain-lain.

2.            Menyapu debu, bulu-bulu rontok dan lain-lain

3.            Mengepel dan menggosok seluruh permukaan dengan deterjen (lebih baik dilakukan dengan sprayer bertekanan tinggi).

4.            Membilas semua deterjen dan bahan organik dari permukaan sampai bersih( pekerjaan ini lebih baik dilakukan dengan sprayer bertekanan tinggi ).

 

 

Desinfeksi :

 

1.            Semprotkan desinfektan secara merata.

2.            Biarkan sampai desinfektan kering dengan sendirinya.

3.            Semprotkan sekali lagi desinfektan dan biarkan sampai kering.

4.            Masukkan bahan dan peralatan yang sudah di desinfektan dari luar kandang.

5.            Kosongkan kandang minimal 2 minggu

 

Memilih Desinfektan.

 

Efek mematikan dari desinfektan pada berbagai jenis penyakit ( virus, bakteri, fungi, protozoa dan lain-lain ) tergantung dari komposisi bahan kimia yang terkandung dan dikembangkan sesuai dengan jenis organisme ( penyakit ).

 

Pertimbangan dalam memilih desinfektan :

 

1.            Biaya/ harga

2.            Daya bunuh terhadap kuman

3.            Kinerjanya jika bersamaan dengan bahan organic lainnya

4.            Toxisitasnya ( harus relatif aman pada ternak dan pekerja)

5.            Tingkat residu

6.            Efek kerjanya pada metal dan bahan-bahan lain.

7.            Aktifitasnya bersama sabun .

8.            Tingkat kelarutan ( pH/asam-basa )

9.            Waktu kerjanya.

10.          Suhu.

 

Pemilihan tergantung pada kepentingan secara individual, tetapi daya bunuh dan toxisitasnya harus menjadi perhatian khusus.

 

Tidak ada desinfektan yang bekerja secara instan, semua jenis membutuhkan waktu kontak untuk efektif bekerja. Suhu dan konsentrasi desinfektan sangat berpengaruh pada daya bunuh desinfektan tersebut, aktifitasnya meningkat nyata jika temperatur meningkat, maka dari itu melihat label anjuran pabrik sangat penting sebelum melakukan pekerjaan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, bahwa semua desinfektan berkurang efektifitasnya dengan adanya bahan-bahan organic, karena bahan organic tersebut mengganggu efektifitasnya. Jadi sebelum melakukan desinfeksi, permukaan harus betul-betul bersih.

 

Desinfektan dikelompokkan berdasar komposisi kimianya :

 

1.            Phenol

2.            Hypochlorit ( clorine )

3.            Iodophores

4.            Quarternary ammonium

5.            Formaldehide

6.            Alkali ( lye )

7.            Chlorhexidine ( novasan )

8.            Oxiding Agent ( peroxide )

 

Phenol.

 

Merupakan derivat dari coal-tar. Efektif sebagai anti bacterial dan juga efektif terhadap jamur serta beberapa jenis virus. Phenol juga lebih tahan terhadap pengaruh zat organic daripada desinfektan yang mengandung Iodin dan Chlorine. Contohnya : Lysol, Pine-sol, Cressi-400, Environ dan Tek-trol.

 

Quarternary Ammonium.

 

Umumnya tidak berbau, tidak berwarna, tidak menyebabkan iritasi dan penghilang bau. QA merupakan desinfektan yang baik akan tetapi sebaian menjadi lemah akibat adanya sabun atau bahan residu sabun. Kemampuan antibakterialnya berkurang dengan adanya bahan organic. Efektif terhadap bakteri dan sebagian jenis ini juga efektif terhadap jamur dan virus.Iodophores.

 

Merupakan desinfektan yang baik, tetapi tidak bekerja baik dengan adanya bahan-bahan organic. Iodophores efektif terhadap bacteria, jamur dan beberapa jenis virus. Iodine toxisitasnya sangat rendah. Contohnya: Betadine, Iofec, Isodyne, Iosan, Waladol.

 

Hypochlorite.

 

Komponen chlorine hanya bagus untuk permukaan yang bersih. Chlorine efektif terhadap bacteria dan beberapa virus. Hipochlorit lebih efektif dalam air hangat. Larutan hypochlorit menyebabkan iritasi pada kulit dan korosif pada metal.

Desinfeksi alami.

 

Didalamnya termasuk sinar matahari, panas, dingin dan pengeringan. Sinar ultra violet dari matahari sangat kuat daya bunuhnya terhadap bakteri.

 

 

 

 

Desinfeksi air minum.

 

3 ppm chlorine biasa digunakan oleh perternak. Konsentrasi sampai 10 ppm masih dapat ditoleransi oleh ayam dan konsentrasi 5 ppm chlorine dibutuhkan untuk sumber air yang bercampur lumpur.

 

Hal2 penting dalam Chlorinasi

 

1.            Bahan organik cepat melemahkan chlorine.

2.            pH air sebaiknya dibawah 8,5. pH ideal untuk chlorinasi adalah 6,0 – 8,0.

3.            Pada temperatur rendah kerja desinfeksinya rendah.

4.            Air harus di chlorinasi secara kontinu

5.            Hentikan chlorinasi 2 hari sebelum vaksinasi live virus via air minum, dan dapat dilanjutkan lagi sehari setelah vaksinasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s