Penanganan Pullet Umur 16 Minggu s/d 24 Minggu

Posted: Juli 6, 2012 in materi kuliah, tips and trik
Tag:, ,
Penanganan Pullet Umur 16 Minggu s/d 24 Minggu
Oleh : Bp. Ir Agus Suyanto
A. MENANGANI PULLET YANG BARU DATANG
1. Hindari stress berlebihan
  • Segera bongkar SEMUA keranjang pullet dari truk dan tempatkan pada tempat yang teduh.
  • Masukkan pullet ke kandang baterai dan jangan ditimbang dulu.
 2. Memberi Minum Pullet
  • Pullet diberi minum secukupnya.
  • Bila perlu tambahkan larutan gula merah (sorbitol) dan vitamin C. Untuk 1.000 ekor pullet, siapkan 150 liter air minum dicampur dengan gula merah 2 kg dan vitamin C 20 gram.
  • Jika air minum sudah habis, berikan antibiotik berspektrum luas.
  • Namun bila air minum tidak habis, pemberian antibiotik dilakukan mulai esok harinya.
 3. Memberi Pakan Pullet
  • Pakan yang diberikan berupa pakan starter ayam layer,  sebagai berikut :
4. Menimbang Berat Badan
  • Berat badan pullet sebaiknya ditimbang 1 hari setelah pullet datang.
  • Tujuannya untuk mendapatkan data berat badan sebenarnya.
  • Penyusutan berat badan karena transportasi bervariasi antara 5-10 %.
5. Menyalakan Lampu
  • Lampu dinyalakan pada malam hari selama 1-2 hari setelah pullet datang.
  • Tujuannya memberikan kesempatan pullet untuk makan lebih lama agar target konsumsi pakan dan berat badan bisa pulih secepatnya.
  • Formulasi pakan :  Konsentrat 33 %, Jagung 47 % dan Bekatul 20 %.
B. MENANGANI PULLET SETELAH 1 MINGGU DATANG
1. Memberikan Vaksin ND
  • Memberikan proteksi kekebalan terhadap pullet.
  • Bila aplikasi lewat air minum (drinking water) gunakan 1,5-2 dosis.
  • Berikan Susu skim (skim milk) 1 hari sebelum vaksin dan saat vaksin dilakukan.
2. Mengatasi konsumsi pakan yang rendah
  • Untuk pullet yang memiliki crop capacity (kapasitas tembolok) maksimal, biasanya tidak ada masalah dengan konsumsi pakan.
  • Kapasitas tembolok maksimal bisa dilakukan dengan men-setting perkembangan fisiologi pullet pada masa growing.
  • Usaha untuk mencapai target konsumsi pakan sesuai dengan standart. Yang paling sering dilakukan adalah dengan cara korek/membalik pakan.
  • Pola pemberian pakan 30-40 % pagi dan 60-70 % sore hari.
  • Skipday feeding,  dengan melatih/menguras pakan pada saat puncak panas (tengah hari).
  • Menyalakan lampu 2-3 jam setelah hari gelap untuk memberi kesempatan pullet mengkonsumsi pakan lebih panjang.
  • Merubah komposisi pakan dengan menurunkan jagung 2 %. Komposisi pakan yang umum  adalah Konsentrat 33-35 %, Jagung 50 % dan Bekatul 15-18 %.
  • Menambahkan pakan starter layer crumble/kimble 5 gram/ekor/hari. Tujuannya untuk palatabilitas pakan.

C. MENANGANI PULLET USIA 18 MINGGU
1. Memisahkan Pullet yang berjengger pucat
  • Pullet yang berjengger puret (pucat) harus dipindahkan ke kandang baterai yang mendapat sinar lebih banyak/besar.
  • Timbang berat badan pullet yang jenggernya puret (pucat). Bila berat badan > 1.300 gram/ekor lakukan injeksi vitamin E + Selenium.
  • Secara normal pullet dengan berat badan minimal 1.300 gram per ekor (terdapat -/+ 5 % lemak tubuh). Lemak tubuh akan merangsang kerja hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) untuk pertumbuhan dan pematangan indung telur.
2. Pullet mulai belajar betelur
  • Penambahan cahaya dimulai dengan menaikkan ½ jam secara bertahap setiap minggu sehingga pada usia 23-24 minggu. Lama pencahayaan 16-17 jam per hari.
  • Penambahan Grit 0,5 % dan DCP P 18% ½ kg per ton pakan untuk sumber Ca. Setiap proses bertelur membutuhkan Ca dalam jumlah tertentu. Kebutuhan Ca di ambil dari sumber pakan dan simpanan Ca dalam tulang kaki (femur atau medullary bones). Defisiensi dalam waktu lama dapat mengakibatkan kelumpuhan.
D. MENANGANI PULLET USIA 19 MINGGU
1. Menyeleksi pullet berdasarkan tulang pubis
  • Pullet yang memiliki lebar tulang pubis 2 jari tangan orang dewasa menunjukkan tanda perkembangan organ reproduksi berjalan normal.
  • Pullet yang sudah memiliki lebar tulang pubis minimal 2 jari tangan orang dewasa, bagian cloaca (cupropodium) mulai basah.
  • Kontrol jumlah bulu primer sayap.  Normalnya berjumlah 9-10 helai.
  • Evaluasi program vaksinasi lanjutan.
  • Pengulangan injeksi Vitamin E + Selenium untuk pullet-pullet yang perkembangannya masih tertinggal.
E. MENANGANI PULLET USIA 20 MINGGU
1. Vaksinasi ND + IB live dan ND + IB killed
  • Pelaksanaan vaksin ND + IB live bisa dilakukan awal usia 20 minggu.
  • Berikan Susu skim (skim milk) 1 hari sebelum dan saat pelaksanaan vaksin ND+IB live.
  • Vaksin ND+IB killed diberikan 7-10 hari setelah vaksin ND+IB live atau saat produksi telur mencapai 10-20 % HD.
  • Sebelum vaksin IND+IB killed sebaiknya dilakukan cleaning program antibiotik spectrum luas.
F. MENANGANI PULLET USIA 21-24 MINGGU
1. Target Pencapaian
  • Target konsumsi pakan 100 gram per ekor dan mulai terus naik 1 gram per ekor per hari atau minimal 5 gram per ekor per minggu.
  • Target kenaikan produksi telur harian 2-3 % HD sampai dengan mencapai 84-88 % setelah itu kenaikkan ½-1 % sampai dengan puncak produksi ( > 90 %).
  • Target konsumsi pakan 118-120 gram perekor per hari dan Egg Mass 56-57 kg per 1.000 ekor.
2. Pullet Mulai Belajar Bertelur
  • Penambahan cahaya dimulai dengan menaikkan ½ jam secara bertahap setiap minggu sehingga pada usia 23-24 minggu lama pencahayaan 16-17 jam per hari.
3. Penambahan Sumber Kalsium
  • Lakukan penambahan Grit 0,5 % dan DCP P 18 % ½ kg per ton pakan karena untuk setiap proses bertelur membutuhkan Ca dalam jumlah tertentu.
Komentar
  1. Adi Firman mengatakan:

    Reblogged this on Adi Rinaldi Firman's Blog and commented:
    Super alo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s